Mangupura, Bali – Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukasi kesehatan dengan judul “Penyuluhan Penggunaan Obat Kolesterol yang Aman bagi Lansia untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kepatuhan Terapi”. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Banjar Bantas Kaja, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2026 dan menyasar kelompok lansia sebagai peserta utama. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar serta mendapat sambutan yang sangat baik dari para peserta maupun kader Posyandu Lansia yang turut mendampingi. Sejak awal kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang terlihat dari keseriusan dalam mengikuti setiap rangkaian acara, aktif dalam sesi diskusi, serta kooperatif selama proses pemeriksaan kesehatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kadar kolesterol pada peserta lansia. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan peserta, khususnya terkait risiko dislipidemia yang cukup sering terjadi pada kelompok usia lanjut. Setelah pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan kesehatan yang berfokus pada penggunaan obat kolesterol yang aman, pemahaman mengenai risiko komplikasi akibat kadar kolesterol tinggi, serta pentingnya terapi non-farmakologi seperti pengaturan pola makan sehat, aktivitas fisik, dan gaya hidup seimbang.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai cara penggunaan buku saku yang telah disiapkan sebagai media bantu untuk memantau kepatuhan minum obat, efektivitas terapi, serta pemantauan efek samping obat kolesterol. Buku saku ini diharapkan dapat menjadi alat sederhana namun efektif dalam meningkatkan kesadaran pasien terhadap pentingnya pengobatan yang teratur dan berkelanjutan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sekitar 70% lansia yang mengikuti pemeriksaan memiliki kadar kolesterol total di atas 200 mg/dL. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori risiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani dengan baik, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner dan stroke.
Oleh karena itu, melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan masyarakat, khususnya kelompok lansia, dapat lebih memahami pentingnya pengendalian kadar kolesterol melalui perubahan pola hidup serta kepatuhan dalam penggunaan obat. Edukasi juga menekankan bahwa obat kolesterol harus dikonsumsi secara rutin dan tepat waktu sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai tanda dan gejala kegawatan yang perlu diwaspadai, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, kelemahan mendadak, hingga gangguan bicara seperti pelo. Apabila gejala tersebut muncul, peserta diharapkan segera mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kepatuhan dalam mengonsumsi obat kolesterol secara teratur menjadi salah satu poin penting yang terus ditekankan dalam kegiatan ini. Dengan kepatuhan terapi yang baik, kadar kolesterol dapat terkontrol dengan optimal, sehingga risiko terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, serta berbagai komplikasi kardiovaskular lainnya dapat diminimalkan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku kesehatan lansia dalam mengelola penggunaan obat kolesterol secara aman dan efektif.


