Tim dosen dari Departemen Farmasi Sosial, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar berhasil menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penguatan Praktik Swamedikasi: Evaluasi Dampak Edukasi Penggunaan Obat Demam” di Komunitas Gumuh Ayu Yoga Centre, Darmasaba, Abiansemal, Kabupaten Badung.
Kegiatan tersebut melibatkan 37 peserta aktif komunitas yoga yang sebelumnya telah mengikuti sesi edukasi tahap pertama. Sebagian besar peserta merupakan kelompok lanjut usia (45,9% berusia 55-60 tahun) dengan latar belakang pendidikan SMA (62,2%).
Metode yang digunakan adalah Community-Based Interactive Approach (CBIA), merupakan sebuah pendekatan partisipatif yang mengajak peserta langsung mengamati dan menganalisis kemasan obat demam. Setiap kelompok kecil didampingi fasilitator dari civitas akademika Universitas Mahasaraswati Denpasar dan dibekali dengan paket edukasi berisi kemasan obat, kaca pembesar, dan lembar kerja.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan (p<0,05). Sebelum intervensi, hanya 16,2% peserta masuk kategori pengetahuan baik. Setelah kegiatan, proporsi tersebut melonjak menjadi 37,8%, sementara peserta dengan pengetahuan kurang turun drastis dari 48,7% menjadi hanya 13,5%.
Salah satu temuan menarik adalah peningkatan pemahaman tentang kesamaan bahan aktif parasetamol pada berbagai merek dagang dari 56,8% menjadi 94,6%. Pemahaman tentang penyimpanan obat yang benar bahkan mencapai 100% setelah pelatihan. Di sisi lain, kegiatan juga berhasil meluruskan miskonsepsi bahwa obat demam dapat berfungsi sebagai antibiotik, yang sebelumnya masih dipercaya sebagian peserta.
Selain pengukuran pengetahuan, tim juga menilai keterampilan praktis peserta melalui lembar observasi. Hasilnya, 91,9% peserta mampu mengidentifikasi nama dagang pada kemasan obat, sementara 89,2% berhasil membaca indikasi penggunaan serta memahami tanggal kedaluwarsa dan cara penyimpanan.
Ketua tim pengabdian, apt. Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari, S.Farm., M.Farm., menyampaikan harapannya agar komunitas ini dapat menjadi pelopor (pilot community) dalam mempraktikkan swamedikasi yang aman dan bertanggung jawab di lingkungan sekitar. “Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat disebarluaskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Roadmap Pengabdian Departemen Farmasi Sosial Unmas Denpasar yang berfokus pada penggunaan obat rasional dan promosi kesehatan, selaras dengan ketentuan Permenkes No. 73 Tahun 2016 tentang peran apoteker komunitas.