Departemen Keilmuan Farmasetika Fakultas Farmasi Unmas Denpasar bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Unmas Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan membuat lilin aromaterapi berbasis bahan alam dengan memanfaatkan minyak jelantah kepada warga Paiketan Krama Istri Desa Adat Bitera, Kota Gianyar. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 bertempat di Ruang Pertemuan Desa Adat Bitera, Gianyar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bendesa Adat Bitera beserta unsur pimpinan lainnya dan Ibu-Ibu anggota Paiketan Krama Istri Desa Adat Bitera yang berjumlah 25 orang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Farmasi Unmas Denpasar Bapak Dr. apt. Ketut Agus Adrianta, S.Farm., M.Farm. dan sambutan dari Bendesa Adat Bitera Bapak I Nyoman Sumantra, ST., MT.. Sebelum acara inti dimulai peserta diberi pre test untuk mengetahui pengetahuan awal terkait materi pelatihan. Acara dilanjutkan dengan paparan materi terkait minyak jelantah dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan, tip penggunaan minyak yang lebih sehat, pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan lilin aromaterapi ole apt. I Gede Made Suradnyana, S.Si., M.Farm.. Peserta terlihat cukup antusias mengikuti kegiatan yang ditunjukkan dengan beberapa peserta bertanya terkait materi yang disajikan. Setelah pemaparan materi acara dilanjutkan demo pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah sebagai bahan dasar. Untuk mengetahui keberhasilan program kepada peserta diberikan post test.


Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran dampak buruk minyak jelantah yang umum dijumpai pada setiap rumah tangga baik terhadap kesehatan maupun terhadap kelestarian lingkungan. Penggunaan minyak jelantah berdampak buruk pada kesehatan akibat deposisi sel lemak yang terjadi di usus halus, pembuluh darah (plak aterosklerotik), jantung (iskemik miokardium), dan hepar (edema hati). Minyak jelantah berisiko membentuk senyawa-senyawa karsinogenik yang dapat memicu penyakit kanker. Kadungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi dari minyak jelantah, jika dikonsumsi secara rutin dapat memincu obesitas dan diabetes melitus. Kandungan senyawa aldehid pada minyak jelantah dapat merusak sel saraf dan memicu penyakit generatif seperti alzheimer dan parkinson. Minyak jelantah yang dibuang ke saluran air dan tanah akan menyebabkan saluran tersumbat, banjir, lingkungan menjadi kotor, pencemaran air yang dapat mengancam ekosistem air, pencemaran udara akibat bau busuk yang dihasilkan, serta pencemaran tanah yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang.
Hasil pre test dan post test menunjukkan terjadi peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta terkait minyak jelantah dan bahayanya terhadap kesehatan dan lingkungan dari 84 ± 8,5 menjadi 92 ± 10,2, dan skor rata-rata pengetahuan peserta terkait lilin aromaterapi meningkat dari 92 ± 17,1 menjadi 100 ± 0,0. Secara keseluruhan terjadi peningkatan signifikan pengetahuan peserta dengan skor rata-rata meningkat dari 86 ± 10,8 menjadi 93 ± 9. Hasil ini menunjukkan pengetahuan peserta terkait minyak jelantah dan bahayanya serta lilin aromaterapi masuk kategori sangat baik. Kegiatan ditutup dengan penyerahan souvenir berupa lilin aromaterapi kepada masing-masing peserta dan foto bersama.