Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi sektor kesehatan. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2023 sekitar 29 juta penduduk Indonesia atau hampir 12% dari total populasi merupakan lansia. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 50 juta jiwa pada tahun 2045. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang.
Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai penyakit kronis secara bersamaan atau yang dikenal sebagai multimorbiditas. Kondisi ini sering kali menyebabkan penggunaan banyak obat dalam waktu yang sama (polifarmasi), sehingga meningkatkan risiko efek samping, interaksi obat, kesalahan penggunaan obat, hingga menurunnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Di sisi lain, masih banyak lansia yang belum memahami pentingnya penggunaan obat yang aman dan rasional, termasuk perlunya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat baru, obat tradisional, maupun suplemen kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pasien lansia, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar berkolaborasi dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Puskesmas I Denpasar Utara menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Kesadaran dan Keselamatan Pasien Lansia melalui Edukasi Bijak Penggunaan Obat”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026 tersebut diikuti oleh 29 peserta lansia yang tergabung dalam kelompok lansia Puskesmas I Denpasar Utara.
Kegiatan diawali dengan senam lansia yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan peserta. Setelah itu, peserta mengikuti sesi penyuluhan interaktif mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional yang disampaikan oleh tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Materi edukasi mencakup berbagai aspek penting, mulai dari tantangan kesehatan pada lansia, prinsip bijak menggunakan obat yang meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara penggunaan, kesalahan yang sering terjadi saat minum obat, waspada efek samping obat, serta cara pemyimpanan obat dengan benar. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat baru, termasuk obat herbal dan suplemen.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim pengabdian membagikan media edukasi berupa buku saku “Lansia Bijak Gunakan Obat”. Buku saku ini dirancang dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh lansia. Selain itu, buku saku disusun dengan font berukuran besar dan disertai gambar, sehingga memudahkan lansia untuk membaca dan memahami isi buku saku. Buku saku juga dilengkapi dengan kolom identitas pemilik dan catatan minum obat yang dapat digunakan sebagai pengingat jadwal pengobatan sehari-hari. Keberadaan catatan minum obat tersebut diharapkan dapat membantu lansia dan keluarga dalam memantau terapi yang sedang dijalani, mengurangi risiko lupa minum obat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Inovasi sederhana ini juga dapat menjadi sarana komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan saat melakukan kontrol atau pemeriksaan rutin di fasilitas pelayanan kesehatan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan dalam sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan tingginya minat lansia untuk memahami penggunaan obat yang benar. Melalui sesi ini, tim pengabdian memastikan bahwa informasi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok lansia. Edukasi yang berkelanjutan mengenai penggunaan obat yang rasional tidak hanya berperan dalam meningkatkan keberhasilan terapi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pasien serta meningkatkan kualitas hidup lansia di masa mendatang.
“Lansia Bijak Gunakan Obat, Lansia Sehat dan Mandiri.”



