Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar, Departemen Kimia Farmasi, sukses menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di SMK Saraswati 1 Denpasar, Kota Denpasar.
Kegiatan yang diketuai oleh I Gusti Ayu Intan Puspita Dewi, S.Farm., M.Farm., bersama tim dosen dan melibatkan empat mahasiswa, mengusung judul “Inovasi Produk Kecantikan Tradisional dan Modern Berbasis Tanaman Obat untuk Mendukung Kesehatan dan Kewirausahaan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan.” Program ini berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di bidang formulasi kosmetik herbal melalui pengembangan produk SirihThera Herbal Cream.
Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tantangan dalam mengimplementasikan program Teaching Factory agar selaras dengan kebutuhan industri. Kompetensi siswa yang diperoleh di kelas belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan keterampilan praktis di dunia kerja. Selain itu, pengetahuan siswa terkait pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan dasar produk kesehatan dan kecantikan masih terbatas. Keterampilan formulasi dan pengolahan bahan alam juga masih sederhana dan belum memenuhi standar industri. Aspek pengemasan dan pelabelan produk belum dikuasai dengan baik sehingga produk kurang memiliki daya tarik pasar. Di sisi lain, guru dan tenaga kependidikan masih membutuhkan peningkatan kapasitas dalam formulasi modern, manajemen usaha, dan pemasaran. Produk yang dihasilkan pun belum memiliki standar mutu dan keamanan yang jelas, sehingga sulit bersaing dengan produk komersial.
Menanggapi permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan solusi berupa pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung melalui pelatihan formulasi kosmetik herbal berbasis tanaman obat lokal. “Permasalahan utama mitra menjadi dasar kami dalam merancang program ini. Kami menerapkan solusi berupa pelatihan formulasi herbal berbasis IPTEK yang terintegrasi dengan konsep Teaching Factory,” ujar I Gusti Ayu Intan Puspita Dewi.
Program ini meliputi tahap edukasi mengenai konsep cosmeceutical, pengenalan potensi tanaman obat lokal seperti daun sirih, pelatihan teknis formulasi mulai dari pembuatan infusa hingga homogenisasi krim, serta pelatihan pengemasan dan pelabelan produk sesuai standar industri sederhana. Selain itu, siswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi dan manajemen usaha melalui unit produksi sekolah sebagai laboratorium kewirausahaan.
Hasilnya, siswa mampu memproduksi SirihThera Herbal Cream secara mandiri dengan kualitas yang lebih baik, memahami proses formulasi sesuai kaidah ilmiah, serta meningkatkan keterampilan dalam pengemasan dan pelabelan produk yang lebih menarik dan bernilai jual. Program ini juga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan siswa serta memperkuat implementasi Teaching Factory di lingkungan sekolah.
“Kami berterima kasih kepada tim Universitas Mahasaraswati Denpasar atas ilmu yang diberikan. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan keterampilan siswa, khususnya dalam produksi dan pengembangan produk berbasis bahan alam,” ujar perwakilan guru SMK Saraswati 1 Denpasar. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga dalam pengembangan kewirausahaan sekolah serta kontribusi terhadap penguatan produk lokal berbasis kearifan Bali.