Preloader
  • By Publikasi

Pemberdayaan Masyarakat Desa Sibanggede Melalui Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Malnutrisi Pada Anak

Upaya pencegahan malnutrisi pada anak memerlukan peran aktif berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat di tingkat desa. Salah satu potensi pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak adalah daun kelor (Moringa oleifera). Berangkat dari potensi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Sibanggede melalui Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Upaya Pencegahan Malnutrisi pada Anak” telah dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini menyasar Tim Penggerak PKK dan anggota PKK Desa Sibanggede sebagai peserta utama. Pemilihan sasaran ini diharapkan dapat memperkuat peran ibu dan kader masyarakat sebagai penggerak dalam meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.

Kegiatan menghadirkan narasumber apt. Putu Era Sandhi Kusuma Yuda, S.Farm., M.Phil., dari Departemen Farmasi Bahan Alam, Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pencegahan malnutrisi, termasuk stunting, perlu dilakukan secara komprehensif melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang, pemantauan pertumbuhan anak, serta peningkatan pemahaman keluarga mengenai pemilihan dan pengolahan bahan pangan bergizi.

Materi pertama yang diberikan membahas pengertian stunting, faktor-faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahannya. Peserta diajak untuk memahami bahwa masalah pertumbuhan anak tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kecukupan gizi dalam jangka panjang, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta kondisi sanitasi dan lingkungan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai potensi daun kelor sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai gizi makanan keluarga. Daun kelor dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan zat gizi yang berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi. Pemanfaatannya dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk olahan, termasuk sebagai bahan tambahan pada makanan pelengkap yang bernilai gizi tinggi.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan metode pemanfaatan daun kelor sebagai bahan makanan pelengkap tinggi protein. Daun kelor dapat diolah dan dikombinasikan dengan berbagai sumber protein serta bahan pangan lainnya sehingga menghasilkan menu yang lebih beragam dan sesuai untuk kebutuhan keluarga. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Tidak hanya memberikan edukasi secara teori, kegiatan pengabdian juga dilengkapi dengan pelatihan pembuatan tepung dari simplisia daun kelor. Peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengolahan daun kelor, mulai dari pemilihan bahan, proses pengeringan untuk menghasilkan simplisia, hingga penghalusan menjadi tepung daun kelor. Tepung yang dihasilkan dapat menjadi salah satu bentuk olahan yang lebih praktis dan memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam berbagai produk makanan.

Melalui kegiatan ini, Tim Penggerak PKK dan anggota PKK Desa Sibanggede diharapkan tidak hanya memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting dan malnutrisi pada anak, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah daun kelor menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan kader PKK sebagai penggerak masyarakat di tingkat desa juga diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi dan praktik pemanfaatan pangan lokal kepada keluarga-keluarga lainnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pemanfaatan bahan alam dan pangan lokal. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menciptakan solusi yang aplikatif terhadap berbagai permasalahan kesehatan dan gizi. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal seperti daun kelor, diharapkan upaya pencegahan malnutrisi pada anak dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Pemanfaatan bahan pangan lokal secara tepat, aman, dan berkelanjutan menjadi salah satu langkah sederhana namun bermakna dalam mendukung terwujudnya generasi anak yang sehat dan memiliki pertumbuhan optimal.

Publikasi

previous post next post
frequently Asked Questions

Pertanyaan Fakultas Farmasi

beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar Fakultas Farmasi UNMAS Denpasar.

1. Prodi Sarjana Farmasi (S1 Farmasi).
Durasi : 4 tahun
2. Prodi Diploma 3 Farmasi (D3 Farmasi).
Durasi : 3 tahun

• Peneliti dan Pengembang Obat
• Asisten Apoteker
• Tenaga Farmasi di Rumah Sakit
• Staf Administrasi Farmasi
• Industri Farmasi (Produksi dan Quality Control)

PMKA (jalur Prestasi, Minat dan Kemampuan Akademik)
JPPA (Jalur Penelusuran Potensi Akademik)
JPANA (Jalur Prestasi Akademik dan Non Akademik)
Reguler

Untuk rincian biaya bisa kunjungi SPMB UNMAS

Yang dibayarkan 1 kali selama masa studi yaitu
Ganesha Maba & Pengembangan Institusi

Sosial Media

kami berbagi berbagai informasi terkait acara fakultas, prestasi mahasiswa, serta berita terkini yang relevan dengan bidang studi farmasi.

Info Kontak

© Fakultas Farmasi | Universitas Mahasaraswati Denpasar