GIANYAR – Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Adat Bitera, Gianyar, melalui edukasi penggunaan obat yang baik dan benar serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan pembuatan boreh antiinflamasi.
Kegiatan yang melibatkan 25 ibu-ibu Paiketan Krama Istri Desa Adat Bitera ini mengangkat pentingnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar). Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyuluhan, tim Fakultas Farmasi Unmas Denpasar memberikan demonstrasi dan pelatihan pembuatan boreh antiinflamasi berbahan TOGA. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pengetahuan kefarmasian dengan kearifan lokal masyarakat Bali.
Ketua tim PKM, Dr. apt. Ketut Agus Adrianta, S.Farm., M.Biomed, bersama tim memberikan pendampingan kepada peserta mulai dari pengenalan manfaat tanaman obat, penggunaan obat yang tepat, hingga pemanfaatan TOGA menjadi boreh.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 85,86 pada pre-test menjadi 98,54 pada post-test, dengan seluruh 25 peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Uji statistik juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p < 0,001).
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan TOGA sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal sekaligus membuka peluang pemanfaatan tanaman herbal yang bernilai ekonomi. Program PKM ini merupakan bagian dari roadmap Fakultas Farmasi Unmas Denpasar dalam pengembangan dan optimalisasi sediaan obat herbal tradisional berbasis kearifan lokal.


